DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Ada cara sederhana namun sarat makna yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Ridha Hayani, dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ridha tampil mengenakan busana adat Padang yang dipadukan dengan aksesori kalung khas Bugis pada Rapat Paripurna DPRD Tala dalam rangka HUT ke-81 RI, Jumat (14/8/2026).

Perpaduan itu bukan sekadar pilihan busana, tetapi menjadi simbol kecil tentang wajah Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya.

Ulun (saya) pakai baju adat Padang, tetapi di-mix dengan aksesori kalung dari adat Bugis. Ini bentuk keanekaragaman budaya kita di Indonesia dan kekayaan khazanah budaya negeri kita,” ujar Ridha.

Menurutnya, mengenakan busana adat Nusantara juga menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai budaya daerah sekaligus upaya ikut melestarikannya.

Politisi PDIP Tala ini menilai, keberagaman budaya semestinya tidak menjadi sekat, melainkan kekuatan yang mempererat persatuan. 

Karena itu, momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk kembali mengingat pentingnya merawat kebudayaan sekaligus kebersamaan.

“Motivasinya, ulun ingin turut serta melestarikan budaya daerah. Hari ini Srikandi DPRD Tanah Laut memakai baju adat Nusantara sebagai bentuk apresiasi kami terhadap budaya adat daerah-daerah yang ada di Nusantara,” katanya.

Baginya, kemerdekaan juga memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan harus diteruskan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberagaman budaya adalah bagian dari kekuatan kita,” tegas tokoh perempuan Bumi Tuntung Pandang ini.

Ridha pun mengajak masyarakat Tanah Laut menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk membangun daerah dengan persatuan, gotong royong dan kepedulian.

Ia menegaskan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan. Namun juga tentang apa yang kita lakukan hari ini untuk meneruskan perjuangan itu. 

"Mari bersama-sama membangun Tanah Laut dengan persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.”

(derapwaktu.com/dw1)