DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pelaksanaan Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II di Polres Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi dari masyarakat.
Kalangan warga di daerah ini berharap audit tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar mampu meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan negara.
Lebih dari itu sekaligus diharapkan dapat mendorong penguatan pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan terpercaya.
Harapan itu mengemuka seiring dipilihnya Polres Tanah Laut sebagai tuan rumah Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian dengan Tujuan Tertentu (ADTT).
Audit itu berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU). Digelar di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Jumat (26/6/2026).
Audit dipimpin Ketua Tim Itwasum Polri, Brigjen Pol Herukoco bersama tim auditor Itwasum Polri. Selain Polres Tanah Laut, kegiatan juga diikuti Polres Tanah Bumbu dan Polres Kotabaru.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Tanah Laut sebagai lokasi pelaksanaan audit.
Menurutnya, audit merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.
"Audit bukan semata-mata untuk menemukan kekurangan, tetapi menjadi momentum evaluasi dan pembinaan agar pengelolaan PNBP maupun BLU dapat dilaksanakan secara profesional.
Selain itu tentunya juga transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami siap memberikan data dan informasi yang diperlukan serta menjadikan hasil audit sebagai bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Ricky.
Sementara itu, Ketua Tim Audit Itwasum Polri Brigjen Pol Herukoco menegaskan audit bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan.
Khususnya, pengelolaan PNBP dan BLU, berjalan sesuai aturan serta mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.
Menurutnya, hasil audit diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh satuan kerja agar kualitas administrasi, pengelolaan keuangan, dan pelayanan publik terus meningkat sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Apresiasi datang dari warga Pelaihari, Riyadi Ahmad, yang menilai audit internal merupakan langkah positif dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Apabila engawasan dilakukan secara rutin, sebutnya, masyarakat tentu semakin yakin bahwa pengelolaan anggaran dan pelayanan di kepolisian benar-benar diawasi.
"Kami berharap hasil audit ini berdampak nyata pada pelayanan yang semakin cepat, terbuka, dan bebas dari penyimpangan," katanya.
Hal senada disampaikan warga Kecamatan, Syahrin, yang berharap audit mampu menjadi motivasi seluruh jajaran Polri untuk terus berbenah.
"Polri sudah banyak melakukan perubahan. Kami berharap audit seperti ini membuat pelayanan kepada masyarakat semakin humanis, profesional, dan mudah diakses," ucapnya.
Kepercayaan masyaraka, sebutnya, akan semakin kuat jika setiap evaluasi benar-benar ditindaklanjuti.
Melalui audit kinerja tersebut, Polri diharapkan semakin mampu mewujudkan tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, serta memperkuat kualitas pelayanan publik sehingga kehadirannya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
(derapwaktu.com/dw1 )
Komentar (0)