DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pemandangan berbeda terlihat di ruas jalan poros Desa Atu-Atu menuju Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan,  (7/8/2026) pagi. Ratusan orang dari berbagai unsur turun ke pinggir jalan memungut sampah yang berserakan, mengubah aksi bersih-bersih menjadi gerakan bersama untuk menanamkan budaya menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan yang diinisiasi MPAI My Darling itu dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Peserta menyisir ruas jalan mulai dari Jembatan Atu-Atu hingga kawasan Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, Desa Ketapang, dengan panjang lintasan mencapai ratusan meter.

Aksi gotong royong tersebut diikuti Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya beserta personel, Koramil Pelaihari, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut, Camat Bajuin Wisnu Kuntarto, Kepala Desa Atu-Atu M Rabbani Assegaf bersama perangkat desa, Pemerintah Desa Ketapang, Puskesmas Tirtajaya, UPT Kebersihan DPRKPLH Tanah Laut, komunitas Forza, FKPPI, hingga masyarakat setempat.

Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen komunitasnya untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Melalui aksi sederhana seperti memungut sampah di pinggir jalan, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," ujarnya.

Khaidir menjelaskan, gerakan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, MPAI My Darling juga menginisiasi aksi bersih-bersih di aliran Sungai Matah, Kecamatan Pelaihari, dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan berbagai komunitas. 

Selain membersihkan sungai, komunitas itu juga rutin menggelar aksi pungut sampah di ruang publik serta kegiatan penghijauan di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup  (DPRKPLH) Tala mengapresiasi konsistensi MPAI My Darling yang terus menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat dan mengurangi potensi banjir akibat saluran yang tersumbat sampah.

Apresiasi juga datang dari warga. Siti Rahmah (42), warga Pelaihari, menilai gerakan tersebut layak dicontoh karena mampu menyatukan masyarakat dan berbagai instansi dalam satu tujuan.

"Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan. Yang paling penting, masyarakat juga ikut berubah dan tidak lagi membuang sampah sembarangan," katanya.

Senada, Ahmad Fauzi (35), warga Kecamatan  Bajuin, berharap aksi tersebut menjadi pemicu lahirnya gerakan serupa di desa-desa lain.

"Kalau semua desa punya kepedulian seperti ini, lingkungan kita pasti lebih bersih. Edukasi seperti ini jauh lebih efektif karena masyarakat diajak langsung ikut bekerja," ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas instansi, komunitas, dan masyarakat, aksi yang digagas MPAI My Darling itu tidak sekadar membersihkan sampah di pinggir jalan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga.

(derapwaktu.com/dw1)