DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Penyelidikan kasus pencurian sepeda motor trail Honda CRF yang videonya sempat viral di Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus bergulir.
Polisi kini telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam aksi pelaku sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Bati-Bati AKP M Afianor mengatakan, rekaman CCTV yang sebelumnya beredar luas di media sosial telah diamankan oleh penyidik.
"Rekaman CCTV sudah kami amankan sebagai barang bukti," ujar Afianor saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026), di sela acara peringatan Hari Bhayangkara di mapolres Tala.
Selain mengamankan rekaman CCTV, penyidik juga telah meminta keterangan dari pemilik sepeda motor trail Honda CRF yang menjadi korban pencurian.
Dalam pemeriksaan tersebut, korban diperlihatkan rekaman CCTV untuk memastikan kemungkinan mengenali sosok pelaku.
"Hasilnya, korban mengaku tidak mengenal pelaku. Wajah pelaku dalam rekaman memang tidak terlihat jelas, yang tampak hanya postur tubuhnya sehingga korban juga tidak bisa mengenalinya," jelas Afianor.
Menurutnya, kondisi rekaman CCTV menjadi salah satu tantangan dalam proses identifikasi karena pelaku mengenakan helm dan wajahnya tidak terekam secara jelas.
Meski demikian, polisi memastikan penyelidikan tidak berhenti. Sejumlah langkah terus dilakukan guna mengungkap identitas pelaku.
"Saat ini kami masih melakukan pelacakan dan pendalaman untuk mencari jejak pelaku pencurian tersebut," katanya.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman CCTV aksi pencurian sepeda motor trail Honda CRF viral di berbagai grup WhatsApp dan media sosial warga Tanah Laut.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat seorang pria mengenakan helm, pakaian lengan panjang, dan celana panjang menuntun sepeda motor trail Honda CRF berwarna hitam keluar dari sebuah rumah.
Di pinggang kirinya juga tampak tergantung sebilah parang yang masih berada di dalam kumpangnya.
Belakangan diketahui, aksi pencurian tersebut terjadi di Dusun Krasik, Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, pada dini hari 23 Juni 2026.
Laporan kehilangan juga telah resmi diterima Polsek Bati-Bati, sehingga kasus tersebut kini ditangani dalam tahap penyelidikan.
Polisi berharap masyarakat yang mengetahui informasi mengenai identitas pelaku maupun keberadaan sepeda motor tersebut dapat segera melapor untuk membantu proses pengungkapan kasus.
Hingga Rabu (1/7/2026), polisi masih terus memburu pelaku dan menelusuri berbagai petunjuk yang diperoleh dari hasil olah tempat kejadian perkara, rekaman CCTV, serta keterangan para saksi.
(derpwaktu.com/dw1)
Komentar (0)