DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi pencurian sepeda motor trail Honda CRF menghebohkan warga Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.

Video itu nenyebar luas, Kamis (25/6/2026) malam, di berbagai grup percakapan WhatsApp dan media sosial. Ada dua video yang menyebar yaitu berdurasi 1.03 menit dan 1.31 menit.

Hal itu memicu keresahan sekaligus rasa penasaran masyarakat terhadap identitas pelaku.

Yang menjadi sorotan, pelaku yang terekam CCTV tidak hanya terlihat santai saat menuntun sepeda motor yang diduga hasil curian, tetapi juga tampak membawa sebilah parang yang tergantung di pinggang kirinya.

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 3 detik yang beredar, terlihat seorang pria dewasa mengenakan helm, baju lengan panjang, dan celana panjang berjalan perlahan sambil menuntun sepeda motor trail Honda CRF berwarna hitam keluar dari area teras sebuah rumah.

Suasana di lokasi terlihat sepi dan lengang. Pelaku berjalan menuju teras rumah yang cukup luas sebelum sempat berhenti beberapa saat.

Ia tampak menundukkan kepala dan melakukan gerakan yang menyerupai melipat atau menaikkan pijakan kaki sepeda motor sebelum kembali melanjutkan langkah ke luar dari teras rumah dan kabur.

Keberadaan parang yang menggantung di pinggang kiri pelaku menjadi perhatian banyak warga yang menyaksikan video tersebut. 

Sejumlah warganet mengaku khawatir karena pelaku terlihat cukup tenang saat beraksi.

Tak hanya satu video, beredar pula rekaman CCTV lain berdurasi sekitar 1 menit 31 detik yang diduga memperlihatkan keterlibatan dua orang dalam aksi pencurian tersebut.

Bersamaan dengan viralnya rekaman CCTV, turut beredar foto sepeda motor trail CRF yang disebut sebagai kendaraan yang hilang. 

Informasi yang menyertai unggahan tersebut menyebutkan peristiwa terjadi pada 23 Juni 2026 di kawasan Krasik. Waktu kejadian sesuai rekaman CCTV pukul 02.18 Wita.

Keterangan lokasi itu sempat memunculkan spekulasi di kalangan warganet. Sebagian menduga kejadian berlangsung di kawasan Krasik, Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari.

Dugaan tersebut muncul karena di Desa Panggung Baru memang terdapat lokasi yang dikenal dengan nama Krasik. 

Selain itu, beberapa waktu lalu juga sempat terjadi kehilangan sepeda motor trail di desa tersebut. 

Namun kendaraan yang hilang saat itu merupakan motor berpelat merah atau kendaraan dinas pemerintah.

Sementara sepeda motor yang fotonya beredar dalam kasus kali ini merupakan Honda CRF berpelat putih atau kendaraan milik pribadi.

Kepala Desa Panggung Baru, Muhammad Arifin, ketika dikonfirmasi menegaskan lokasi kejadian sebagaimana yang ada pada rekamam CCTV itu, bukan di wilayah desanya.

"Memang ada lokasi bernama Krasik di Desa Panggung Baru. Namun setelah saya melihat video CCTV yang beredar, saya memastikan itu bukan Krasik yang ada di desa kami," ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Arifin, kawasan Krasik di wilayahnya merupakan area persawahan dan bukan kawasan permukiman penduduk sebagaimana yang terlihat dalam rekaman CCTV.

Dari informasi yang dihimpun media ini, lokasi yang dimaksud ternyata berada di kawasan Krasik, Desa Betok Barat, Kecamatan Bati-Bati. 

Di wilayah tersebut terkonfirmasi ada warga yang kehilangan sepeda motor trail Honda CRF pada 23 Juni 2026 lalu.

Viralnya video pencurian tersebut langsung menjadi perbincangan hangat masyarakat Tanah Laut. 

Banyak warga berharap rekaman CCTV yang beredar dapat membantu aparat kepolisian mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

"Kalau melihat videonya, pelaku seperti tidak takut ketahuan. Ini yang membuat warga khawatir. Mudah-mudahan cepat ditangkap," ujar Ahmad, warga Pelaihari.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Bati-Bati AKP Avia Nor saat dikonfirmasi terkait video viral tersebut mengaku masih melakukan pengecekan.

"Kami cek dulu ke anggota," ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas pelaku maupun perkembangan penyelidikan lebih lanjut. Namun video aksi pencurian yang terekam CCTV tersebut masih terus beredar luas dan menjadi perhatian masyarakat Tanah Laut.

(derapwaktu.com/dw1)