DERAPWAKTU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat pengawasan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan sekitar 150 personel Dinas Kehutanan untuk patroli di dalam dan sekitar Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru.

Selain memperketat patroli, Gubernur Kalsel H Muhidin juga membuka dukungan operasional bagi kabupaten dan kota yang membutuhkan tambahan sumber daya untuk penanganan karhutla. 

Upaya ini diperkuat dengan keterlibatan sektor swasta, menyusul kesiapan empat perusahaan membantu pendanaan relawan.

Langkah tersebut disampaikan Muhidin saat mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Senin (12/10/2026).

Menurut Muhidin, patroli rutin menjadi bagian penting untuk menjaga kawasan hutan lindung, terlebih wilayah tersebut berada di kawasan ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Gerakan kita untuk menjaga hutan lindung ini, Dinas Kehutanan rutin melakukan patroli. Ada 150 orang yang dikerahkan, baik di luar maupun di dalam kawasan,” ujar Muhidin.

Pengawasan karhutla juga mencakup wilayah rawan di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, hingga Barito Kuala. 

Namun, penanganan tidak hanya terpusat di sekitar bandara, melainkan membutuhkan koordinasi berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.

Muhidin meminta kepala daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi apabila dukungan anggaran penanganan karhutla di wilayah masing-masing tidak lagi mencukupi.

“Kalau dana yang sudah diberikan oleh Presiden habis, tolong beritahu Gubernur agar bisa menyuplai kebutuhan yang diperlukan. Kemarin, kebutuhan solar juga kita bantu,” katanya.


Empat Perusahaan Siap Fukung Pendanaan Relawan

Pemprov Kalsel juga mendorong keterlibatan dunia usaha untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan. 

Muhidin menyebutkan, empat perusahaan telah menyatakan kesiapan membantu pendanaan relawan.

Dukungan tersebut selanjutnya akan diarahkan melalui lembaga atau kelompok relawan yang dapat dibina bersama perusahaan agar keterlibatan swasta lebih terorganisasi.

“Sudah ada empat perusahaan yang siap membantu pendanaan relawan. Nanti kita carikan lembaganya, seperti kelompok relawan ini, untuk dibina oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kalsel,” ujar Muhidin.

Ia berharap kontribusi perusahaan dapat memperluas dukungan pemadaman, baik di sekitar kawasan operasional perusahaan maupun di kabupaten lain yang menghadapi kebakaran.

“Perusahaan kita minta membantu memadamkan api di Kalimantan Selatan, baik di daerah ring satu maupun di kabupaten-kabupaten lainnya,” tegasnya.

Menteri Kehutanan minta kewaspadaan tidak kendur

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla di Kalsel. Berdasarkan pemantauan pada hari kunjungan, kondisi titik panas di Kalsel dinilainya paling baik dibandingkan provinsi lain di Kalimantan.

“Per hari ini, alhamdulillah, Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar upaya pemadaman dan pencegahan tetap konsisten. Lahan gambut masih berisiko terbakar kembali, sedangkan hujan alami diperkirakan baru turun pada pertengahan November.

“Masih ada sekitar satu bulan lagi. Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, Manggala Agni, dan relawan, semua tetap waspada,” kata Raja Juli.

Ia juga mengapresiasi sinergi Pemprov Kalsel bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB, BPBD, BMKG, serta kelompok relawan dalam menangani kebakaran.

Kunjungan Menteri Kehutanan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalsel, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, Kabinda Kalsel Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, serta jajaran pejabat Kementerian Kehutanan dan Pemprov Kalsel.

Usai meninjau kawasan di Kalsel, Menteri Kehutanan melanjutkan agenda ke Kalimantan Tengah untuk melihat penanganan karhutla di wilayah tersebut.

(derapwaktu.com/aol)