DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala) Tahun 2026 terus dimatangkan. 
Di balik rapat koordinasi yang digelar pemerintah daerah, antusiasme masyarakat mulai terasa. 
Banyak warga mengaku sudah tidak sabar menantikan pesta syiar Islam terbesar tingkat kabupaten tersebut.

Pemerintah Kecamatan Pelaihari bersama lintas perangkat daerah, Kementerian Agama, LPTQ, aparat keamanan, serta pemerintah desa dan kelurahan menggelar rapat koordinasi di Aula Gawi Manuntung Kecamatan Pelaihari, Selasa (7/7/2026).

Agenda tersebut membahas jadwal pelaksanaan, kesiapan administrasi, publikasi hingga penetapan lokasi utama MTQ.

Siti Halimah (36), warga Kelurahan Angsau, mengaku selalu menunggu pelaksanaan MTQ karena menghadirkan suasana religius yang berbeda.

"Setiap MTQ suasananya meriah. Kami bisa menyaksikan lomba, pawai, sekaligus mendukung para kafilah. Mudah-mudahan tahun ini lebih semarak lagi. Saya sudah tidak sabar menunggu pembukaannya," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Warga lainnya, Noor Arifin (45), berharap penyelenggaraan MTQ juga membawa berkah bagi pelaku usaha lokal.

"Biasanya warung makan, pedagang minuman, parkir hingga penjual oleh-oleh ramai. Kegiatan seperti ini sangat membantu UMKM mendapatkan tambahan penghasilan," katanya.

Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja mengatakan rapat merupakan tindak lanjut arahan Bupati Tanah Laut setelah sebelumnya dilakukan ekspose kesiapan penyelenggaraan.

Logo dan tema MTQ juga telah disetujui, yakni "Bersama Cinta Al-Qur'an Menuju Generasi Emas Nang Simpun Bakamajuan."

Rapat merekomendasikan empat alternatif lokasi kepada Bupati Tanah Laut, yakni Lapangan Yayasan/Ponpes Noor Hasyim sebagai prioritas pertama.

Disusul Desa Bumi Jaya, Desa Panggung, dan Lapangan Karang Jawa. 

Penilaian mempertimbangkan akses, kapasitas, keamanan, lokasi lomba, pemondokan kafilah hingga dampaknya terhadap geliat ekonomi masyarakat.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tala H Akhmad Khairin mengatakan seluruh hasil pembahasan akan dituangkan dalam proposal resmi sebagai dasar pelaksanaan MTQ.

(derapwaktu.com/dw1)