DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kabut asap kembali menyelimuti Jalan Raya A Yani, jalur utama penghubung Pelaihari–Banjarmasin, di kawasan perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), hingga Pengayuan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, (14/10/2026) pagi.

Kondisinya dilaporkan semakin pekat sejak dini hari. Jarak pandang di sekitar Tugu Perbatasan Pandahan–Pengayuan bahkan diperkirakan hanya sekitar satu meter, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Yanti, warga Desa Pandahan yang rumahnya berada tepat di sekitar tugu perbatasan sekaligus relawan Pengayuan Rescue, mengatakan kabut asap mulai menyelimuti kawasan itu sekitar pukul 03.00 Wita.

Hingga pukul 06.15 Wita, kabut masih sangat tebal dan jarak pandang tetap terbatas.

Rlawan yang aktif melaporkan perkembangan dampak karhutla ini, kondisi pada Rabu pagi merupakan yang paling parah dibandingkan kejadian kabut asap yang terpantau sejak Sabtu sebelumnya.

“Sejak Sabtu kabut asap hampir setiap hari kembali muncul. Pagi ini yang paling tebal,” demikian penuturan Yanti.


Mobil Bergerak Merayap, Pengendara Bunyikan Klakson

Tebalnya kabut asap berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas. Kendaraan roda empat terpantau bergerak sangat pelan, bahkan merayap, karena pengemudi kesulitan melihat kondisi jalan di depan.

Terbatasnya jarak pandang membuat setiap pengendara harus lebih berhati-hati saat bergerak, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Sejumlah pengendara juga terdengar membunyikan klakson sebagai tanda keberadaan mereka kepada pengguna jalan lain. 

Cara itu dilakukan untuk membantu memberi peringatan ketika kendaraan melintas dalam kondisi pandangan yang sangat terbatas.

Meski demikian, bunyi klakson tidak dapat menggantikan kewaspadaan dan jarak aman. Pengemudi tetap perlu mengurangi kecepatan dan menghindari manuver mendadak.

Kondisi ini membuat perjalanan di ruas utama Pelaihari–Banjarmasin tersebut melambat signifikan, khususnya bagi kendaraan roda empat yang membutuhkan ruang dan waktu lebih untuk mengantisipasi kondisi di depan.


Kabut Asap Kembali Berulang Sejak Sabtu

Kawasan Pandahan–Pengayuan bukan kali pertama dilanda kabut asap tebal. Menurut laporan warga, wilayah tersebut telah beberapa kali terpapar kabut asap dalam beberapa pekan terakhir, seiring berlangsungnya musim kemarau dan munculnya kebakaran lahan di sejumlah kawasan.

Namun, sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, kabut asap dilaporkan kembali muncul hampir setiap hari pada pagi hari. Intensitasnya berubah-ubah, tetapi kondisi pada Rabu pagi disebut paling pekat selama periode tersebut berdasarkan pengamatan Yanti di sekitar tugu perbatasan.

Sebelumnya, pada Senin (12/10/2026), Yanti juga melaporkan kabut asap sangat tebal saat subuh dengan jarak pandang diperkirakan sekitar satu meter. Kabut mulai berangsur menipis setelah pukul 06.00 Wita.

Berulangnya kondisi serupa membuat jalur tersebut perlu mendapat perhatian pengguna jalan, terutama pengendara yang melintas sebelum matahari terbit.

Meski kabut asap dilaporkan muncul bersamaan dengan periode kemarau dan kebakaran lahan, sumber pasti asap yang menyelimuti ruas jalan pada Rabu pagi belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan warga.


Pengendara Diimbau Tidak Memaksakan Kecepatan

Pengendara yang melintasi Jalan A Yani di kawasan Pandahan–Pengayuan diimbau mengurangi kecepatan secara signifikan, menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, serta menghindari mendahului kendaraan ketika pandangan ke depan terbatas.

Apabila jarak pandang terlalu rendah untuk berkendara dengan aman, pengendara sebaiknya berhenti di tempat yang aman di luar badan jalan dan menunggu kondisi membaik.

Pengguna jalan juga diminta tidak mengandalkan klakson semata saat melintasi kawasan berkabut. Kecepatan rendah, jarak aman, dan kemampuan menghentikan kendaraan secara terkendali tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Kabut asap yang berulang di jalur utama Pelaihari–Banjarmasin ini menjadi pengingat bahwa kondisi jalan dapat berubah drastis dalam rentang waktu singkat, khususnya pada dini hari hingga pagi.

Salah seorang warga Pelaihari, Helmiansyah, mengaku memilih menunda perjalaman ke Banjarmasin demi keselamatan. 

"Sebenarnya maunya berangkat pagi-pagi, tapi karena akhir-akhir ini sering kabut asap lagi, jadi milih agak siangaj supaya aman," ucap pedagang sembako ini.

(derapwaktu.com/roy)