DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Program pengabdian kepada masyarakat sering kali berhenti pada kegiatan sosialisasi atau penyuluhan. Namun berbeda dengan yang dilakukan Program Studi D-IV Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan (TRKJJ) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).

Selama hampir tiga bulan, mulai 22 April hingga 30 Juni 2026, tim dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) benar-benar turun ke lapangan mendampingi masyarakat Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. 

Hasilnya bukan sekadar laporan akademik, tetapi melahirkan berbagai dokumen perencanaan pembangunan, inovasi lingkungan, rekomendasi teknis, hingga peningkatan kapasitas masyarakat yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pemerintah desa.

Program bertajuk "Penguatan Infrastruktur, Lingkungan, dan Kapasitas Masyarakat Berbasis Desa Binaan melalui Pendekatan Rekayasa Konstruksi Berkelanjutan di Desa Pandahan Kabupaten Tanah Laut" itu menjadi bentuk nyata penerapan ilmu rekayasa konstruksi untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Koordinator kegiatan PKM, Hendra Putra Dipanegara MT, menjelaskan sebelum kegiatan dimulai, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Pandahan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus potensi yang dimiliki desa.

Koordinasi tersebut melibatkan Koordinator Program Studi Ir Budi Kurniawan MT, Koordinator KKN Izza Nurilla Rojabia S Ars M Ars, Kepala Desa Pandahan Alpian Taurus SPd, perangkat desa, serta masyarakat.

Hasil identifikasi menunjukkan Desa Pandahan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan air tawar, kerajinan purun, wisata air kuliner, UMKM, peternakan hingga kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, masih terdapat sejumlah persoalan infrastruktur dan lingkungan yang memerlukan pendampingan berbasis keilmuan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Prodi TRKJJ kemudian menetapkan lima tema utama pengabdian yang disesuaikan dengan kompetensi program studi.


Lima Program Menjawab Persoalan Nyata Desa

Kelima program yang dijalankan meliputi pengembangan wisata berbasis potensi lokal, penyusunan skala prioritas jalan pertanian, penerapan drainase mikro berbasis limbah domestik, pendampingan perencanaan jalan titian, hingga penyusunan sistem pengelolaan lahan gambut.

Masing-masing kegiatan dipimpin dosen sesuai bidang keahlian.

Ririn Khairunnisa MPd memimpin program Penguatan Kapasitas SDM Lokal melalui Perancangan dan Pengembangan Wisata Air Berbasis Potensi Lokal.

Heri Yanto MT bersama Miftachul Huda SPd MT menangani Skala Prioritas Penanganan Infrastruktur Jalan Pertanian.

Nurul Fajariah MPd memimpin Penerapan Drainase Mikro Berbasis Limbah Domestik.

Dhia Alfa Della MPd bertanggung jawab pada Pendampingan Perencanaan Jalan Titian.

Sedangkan Muhammad Rizan Adam ST MT memimpin program Sosialisasi dan Pembuatan Sistem Monitoring Muka Air Tanah Gambut.

Kelima program tersebut dijalankan secara bersamaan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa sehingga mampu saling mendukung dan memperkuat hasil pengabdian.


Mahasiswa KKN Hadir Menyatu Bersama Warga

Selama berada di Desa Pandahan, mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan program penelitian dan pengabdian dosen.

Mereka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Mahasiswa membantu pelayanan Posyandu, melaksanakan sosialisasi pencegahan bullying di sekolah-sekolah, bergotong royong membersihkan lingkungan desa bersama masyarakat, hingga mendukung berbagai kegiatan pemerintahan desa.

Kehadiran mahasiswa selama tiga bulan dinilai mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai persoalan pembangunan desa.


Perencanaan Jalan Titian Kini Lebih Siap Dibangun

Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya adalah pendampingan penyusunan dokumen teknis pembangunan jalan titian.

Ketua pelaksana, Dhia Alfa Della MPd, menjelaskan jalan titian merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Pandahan.

Selain menjadi jalur mobilitas warga, jalan titian juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun selama ini pemerintah desa mengalami kendala karena belum memiliki dokumen teknis berupa gambar perencanaan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Melalui pendampingan tersebut, tim melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, survei lapangan, pengukuran kondisi eksisting, penyusunan gambar rencana hingga perhitungan RAB.

Seluruh hasil tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah desa sebagai dasar penyusunan program pembangunan menggunakan Dana Desa maupun sumber pembiayaan lainnya.

Menurut Dhia Alfa Della, tersedianya dokumen teknis akan membuat proses pembangunan menjadi lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya pembangunan infrastruktur berkualitas, pengentasan kemiskinan, dan penguatan kemitraan pembangunan.


Jalan Pertanian Dipetakan Berdasarkan Data

Tak kalah penting, tim yang dipimpin Heri Yanto MT membantu pemerintah desa menyusun skala prioritas pembangunan jalan pertanian.

Selama ini penanganan jalan lebih banyak dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat karena belum tersedia data kondisi jalan yang terdokumentasi secara sistematis.

Melalui kegiatan PKM tersebut, tim melakukan survei terhadap enam ruas jalan menggunakan Form Survei Kondisi Jalan (SKJ).

Setiap ruas dianalisis berdasarkan kondisi fisik jalan, jenis perkerasan, tata guna lahan, keberadaan fasilitas umum hingga potensi bencana.

Hasil analisis menggunakan metode pembobotan multi-kriteria menunjukkan Jalan Talok Selong menjadi prioritas utama dengan skor 31,17.

Posisi kedua ditempati Jalan Talok Dalam dengan skor 27,83.

Selanjutnya Jalan Lukmana memperoleh skor 26,16.

Sementara Gang Pelabuhan, Gang Kerokan dan Jalan Talok Sapi menempati urutan berikutnya.

Menurut Heri Yanto, hasil tersebut dapat menjadi dasar objektif bagi pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan sehingga anggaran desa dapat digunakan lebih efektif dan tepat sasaran.

Program tersebut sekaligus mendukung SDGs Desa tentang pembangunan infrastruktur, kawasan permukiman aman, adaptasi perubahan iklim serta kemitraan pembangunan

(derapwaktu.com/dw1)