DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Kalimantan Selatan, mulai memperluas kolaborasi riset lintas negara melalui konferensi internasional perdana bertajuk The First International Conference on Applied Engineering, Technology, and Innovation (ICAETI 2026), Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut bertempat di Aula GKT Lantai 3 di lingkungan kampus Politala di kawasan Jalan A Yani Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Forum akademik ini mempertemukan 28 presenter dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri untuk membahas pengembangan teknologi terapan, inovasi rekayasa, transformasi digital, serta industri berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Wakil Direktur Politala dr Jaka Dharma Jaya, yang mewakili direktur, mengatakan penyelenggaraan ICAETI 2026 menjadi tonggak penting bagi kampus vokasi tersebut dalam memperluas jejaring akademik dan mendorong penelitian yang memberikan manfaat nyata.
“Konferensi ini bukan sekadar pertemuan akademik. Ini mencerminkan aspirasi kami untuk memperluas batas pengetahuan, memperkuat hubungan antarpeneliti, serta menciptakan peluang inovasi yang menjawab tantangan nyata,” demikian pesan Jaka dalam sambutan pembukaan.
Konferensi perdana ini mengusung tema Advancing Smart Agrotechnology through Engineering Innovation, Digital Transformation, and Sustainable Industry.
Tema tersebut menitikberatkan pada pengembangan teknologi pertanian cerdas melalui inovasi rekayasa, pemanfaatan teknologi digital, dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri.
Menurut Jaka, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), ilmu data, otomasi, dan teknologi digital membuka peluang baru untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Namun, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan, terutama bagaimana inovasi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, serta memastikan hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium dan publikasi ilmiah.
“Nilai penelitian seharusnya tidak hanya dilihat dari pengetahuan yang dihasilkan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap industri, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Riset Harus Menjawab Kebutuhan Daerah
Persoalan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan yang memiliki potensi di sektor pertanian, agroindustri, dan pengelolaan sumber daya alam.
Di sektor-sektor tersebut, peningkatan produktivitas, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan pengelolaan lingkungan menjadi tantangan yang membutuhkan dukungan inovasi teknologi.
Jaka menegaskan, sebagai perguruan tinggi vokasi, Politala menempatkan integrasi pengetahuan ilmiah, kemampuan teknologi, dan penerapan praktis sebagai bagian penting dalam pengembangan pendidikan dan penelitian.
Inovasi rekayasa dapat meningkatkan efisiensi proses industri. Sementara itu, AI dan ilmu data berpotensi membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat, sedangkan teknologi pertanian cerdas membuka peluang peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Kolaborasi riset pun diharapkan mampu menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan sektor usaha dan masyarakat.
Libatkan Perguruan Tinggi Lintas Negara
ICAETI 2026 menghadirkan 28 presenter dari sejumlah institusi pendidikan tinggi, di antaranya Politala, VIT Bhopal University, Shri Ramdeobaba College of Engineering and Management, Universitas Ahmad Yani,
Lalu, SRH University of Applied Sciences, Universiti Malaya, STMIK Palangkaraya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Kadir Has University, dan Politeknik Ibrahim Sultan.
Partisipasi juga melibatkan institusi lain, termasuk College of Engineering and Computational Sciences, UNIR, dan UNDIP.
Tiga pembicara utama yang dijadwalkan berbagi keahlian dan perspektif dalam forum tersebut adalah Professor Dr Tariq Zaman, Dr Rebecca Ndungi, dan Dr Ony Yuliarti Nawawi.
Melalui sesi pembicara utama dan presentasi penelitian paralel, konferensi ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan, pembahasan hasil riset, serta penjajakan kerja sama penelitian yang berkelanjutan.
Jaka berharap hubungan yang terbangun selama konferensi tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi berlanjut menjadi kemitraan penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi yang dapat diterapkan.
Pemkab Tala Turut Hadir
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati Tanah Laut diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Akhmad Hairin.
Kehadiran perwakilan pemerintah daerah bersama unsur perguruan tinggi, industri, dan mitra perbankan menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Melalui penyelenggaraan ICAETI 2026, Politala berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat semakin kuat sehingga riset dan inovasi teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi pembangunan daerah.
Konferensi internasional perdana ini sekaligus diharapkan menjadi awal tradisi pertukaran ilmiah dan kerja sama internasional yang berkesinambungan bagi Politala.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)