DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Api membara di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan,  Rabu (14/10/2026) siang.

Musibah kebakaran itu menghanguskan hampir seluruh bagian rumah milik Damiah, seorang janda lanjut usia (lansia) berusia sekitar 68 tahun yang tinggal seorang diri di RT 09.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita tersebut membuat Damiah kehilangan tempat tinggal beserta hampir seluruh harta bendanya. 

Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dari rumah yang terbakar hingga 99,9 persen tersebut.

Kepala Desa Ranggang, Ahmad Junaidi, mengatakan kondisi korban sangat memprihatinkan karena seluruh isi rumahnya habis dilalap api. 

Saat ini, Damiah sementara mengungsi dan tinggal di rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Semua habis, tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Korban hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan,” ungkap Ahmad Junaidi.

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepala desa, kebakaran diduga bermula dari aktivitas memasak di dapur. Setelah selesai memasak nasi, Damiah melanjutkan kegiatannya dengan merebus air menggunakan tungku api.

Namun, setelah itu, ia meninggalkan dapur untuk bertamu ke rumah tetangga. Ketika mengetahui adanya kebakaran, api sudah membesar.

Kondisi angin yang kencang turut mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan hampir seluruh bangunan rumah. 

Keterlambatan informasi kepada petugas pemadam kebakaran juga menjadi salah satu kendala dalam penanganan awal.

Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran di Desa Ranggang.


Kades Berharap Korban Dapat Bantuan

Di tengah musibah tersebut, Ahmad Junaidi berharap instansi terkait, khususnya Dinas Sosial, dapat memberikan bantuan kepada Damiah untuk meringankan beban yang dihadapinya.

Menurutnya, korban membutuhkan perhatian karena kini harus menjalani hari-hari setelah kehilangan rumah dan seluruh barang miliknya, sementara selama ini ia tinggal seorang diri.

Bantuan bagi korban diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung pemulihan kondisi kehidupannya setelah musibah kebakaran tersebut.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat menggunakan tungku atau sumber api untuk memasak, terutama agar api tidak ditinggalkan dalam kondisi menyala tanpa pengawasan.

(derapwaktu.com/roy)