DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Tanah Laut (Tala) memastikan langsung menindaklanjuti laporan gigitan anjing terhadap seorang perempuan lansia di Kelurahan Angsau.

Kepala Bidang Keswan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pascapanen dan Pengolahan Hasil Disnak Keswan Tala Muhammad Taufik mengatakan petugas segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari keluarga korban.

"Hasil pengecekan di sekitar lokasi kejadian, anjing yang diduga menggigit sudah tidak ditemukan," paparnya, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga korban, anjing tersebut muncul secara tiba-tiba setelah korban selesai membuang sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah).

Menurut Taufik, meningkatnya kemunculan anjing liar diduga berkaitan dengan musim kawin anjing.

Ia menjelaskan anjing jantan dapat menjelajah hingga sekitar 10 kilometer atau lebih untuk mencari betina yang sedang birahi sehingga sering kali muncul di wilayah yang bukan habitatnya.

"Karena sifatnya mobile, keberadaan anjing ini memang sulit dipantau. Saat dicari, bisa saja sudah berpindah ke lokasi lain," jelasnya.

Meski demikian, Taufik memastikan hingga kini Kabupaten Tanah Laut masih bebas dari kasus rabies.

Sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat, Disnakkeswan kini menjalin koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Tanah Laut guna menyusun langkah penanganan yang sesuai aturan.

Ia menambahkan, penanganan harus dilakukan secara hati-hati mengingat saat ini tindakan eliminasi atau pembunuhan terhadap anjing liar tidak lagi diperbolehkan.

Ini menjadi tantangan tersendiri. Karena itu diperlukan solusi yang tetap melindungi masyarakat sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku.

(derapwaktu.com/dw1)